JIKA KAMU MEMBERI/BERBUAT BAIK, TAPI SUPAYA DILIHAT ORANG BANYAK. KAMU TIDAK AKAN BEROLEH UPAH DARI BAPA DI SORGA! (Nats: Matius 6: 1-4)



Sebelumnya yuk baca dulu nats kita, Matius 6:1-4. Secara pribadi aku sering bertanya-tanya kepada diri sendiri, kenapa begitu banyak orang suka membantu, tapi suka memberi tahu kepada banyak orang bahwa ia sudah baik membantu. Apa lagi melihat media sosial yang menjadi ajang tempat untuk orang-orang memberi tahu klo dia itu udah baik memberi bantuan. Sah-sah aja sih… tapi, taukah kita, sadar tidak sadar kita sedang menonjolkan diri kita sendiri, bukan menonjolkan Tuhan Yesus. Banyak diantara kita begitu bangga memposting kita sedang memberi bantuan. Dalih-dalih biar ada yang mau mencontoh perbuatan baik kita. Hai,, saudara ku. Berbuat baik memang biar banyak juga yang melakukannya. Tapi jika sekedar biar banyak orang-orang ikutan berbuat baik untuk kepentingan diri sendiri bukan untuk kepentingan Tuhan, itu sama aja bohong.
Pernah gak bertanya, kenapa Tuhan Yesus datang kedunia, gak dijaman modern? Kenapa gak pas waktu ada aja TV biar masuk berita? Kenapa gak pas ada media sosial biar viral? Jawabannya, TuhanYesus mau kasi tau ke kita semua, bahwa tanpa itu semua pun dia bisa dikenal banyak orang,. kebaikannya sampai keseluruh penjuru dunia. Malah Tuhan Yesus, saat melakukan kebaikan mujizat bagi orang kusta, DIA melarang untuk memberitahukan kepada siapapun (Baca Matius 8:4). Tapi, orang yang sembuh dari kustanya tetap aja memberitahukan sama banyak orang. Tuhan Yesus mau ajarkan kita gak perlu umbar-umbar kali sama kebaikan. Dia ingin kita tetap sederhana berpikir dalam berbuat baik. Ini kita gak, kita sendiri pulak yang bilang-bilang sama orang banyak klo kita lagi berbuat baik. Selfie sana sini pas lagi membantu orang lain biar dipost kepoto, memberi perpuluhan pun klo gak pas nama kita di umumkan digereja marah kita. Ayolah,, kebaikan bukan tentang berapa banyaknya orang tau, berapa viralnya kita, berapa banyak pujian, berapa banyak yang mengikuti. Tapi, tentang berapa banyak kita fokusnya ke Tuhan Yesus dan berapa banyaknya orang-orang yang terberkati karena kebaikan hati kita.
Coba kita baca sama-sama Matius 6: 1-2 “Ingatlah, jangan kamu melakukan  kewajiban agamamu di hadapan semua orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang disorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang-orang munafik dirumah-rumah ibadat dan di lorong – lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.”
Tau artinya apa, setiap kita yang melakukan sedekah atau berbuat baik untuk dilihat dan dipuji-puji banyak orang, sebenarnya kita tidak akan mendapat upah. Karena kita sendiri sudah mendapat upah dari perbuatan baik yang kita lakukan dihapan banyak orang. Saat kita Publish, saat kita pamer, saat kita ingin orang-orang melakukan perbuatan baik sama seperti yang kita lakukan, maka kita sudah menerima upah kita sendiri. Lewat pujian orang-orang, lewat orang-orang melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan, dan lewat dari saat kita publishkan kebaikan yang kita lakukan. Dan upahnya hanya didapatkan didunia yang fana, bukan dari upah Bapa di sorga.
Munafik, klo gak mau kebaikan kita ditahu semua orang!!! itukan yang terkadang kita pikirkan. Ya, benar. Munafik bagi mereka yang ingin berbuat baik hanya bertujuan kepada hal-hal duniawi. Orang-orang yang benar-benar berbuat baik untuk kemuliaan nama Tuhan, tidak akan memiliki rasa munafik. Tidak akan memiliki rasa pamer, tidak publish dan tidak supaya banyak orang melakukan hal yang sama dengan dia.
Memang di Filipi 4:5 dikatakan, “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat.” Tapi, gak harus jadi ajang pamer juga. Yang dimaksud surat Paulus ini adalah bahwa setiap kebaikan hati yang kita punya, kita aplikasikan dalam hidup kita dengan sungguh-sungguh, fokusnya ke Tuhan. Agar kita menjadi berkat di sekeliling kita. Masalahnya, sekarang kita sadar gak sadar, langsung gak langsung, didunia nyata maupun dunia maya, kita teriak, “ehh.. aku udah lakukan perbuatan baik loh. Ini buktinya. Puji dong! Ikutin doong, biar sama-sama terkenal baiknya, biar yang lain ikutan kek kita. Biar viral sama-sama!” Gak perlu gitu, gak perlu sampe posting-posting selfie perbuatan baik, gak perlu sampai diumumkan. Tanpa kita sendiri yang publishkan, Tuhan akan punya caranya sendiri kok mempublish kebaikan kita kesemua orang. Tau gak sih, kita posting kan kebaikan kita, terus kita liat berapa like, berapa komen, udah ada gak yang ikutin aksi kita, itu membuat kita gak fokus ke Tuhan lagi. Kebaikan kita jadi gadak artinya dimata Tuhan. Tuhan mau, Dia itu focus utama kita membuat kebaikan.
Yuk, coba kita baca Matius 6 : 3-4 “ Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi kan membalasnya kepadamu.”
Tuhan mau kita memberi dan berbuat baik fokusnya kepada Tuhan. Jika, memang berbuat baik menjadi fashion, menjadi trend semata, itu hanya membuat kita lupa kepada Tuhan. Percayalah,  Tuhan punya cara mempublish kebaikan kita, tanpa kita sendiri yang mempubishnya. Tak perlu takut tidak dilihat banyak orang, tak perlu resah jika tak dapat pujian, tak perlu sedih jika orang-orang tidak melakukan kebaikan yang kita lakukan. Tanpa kita publish, Tuhan akan membuat orang-orang memuji kita dan mengikuti apa yang baik yang kita lakukan. Upah dari Bapa di Sorga jauh lebih baik,dari upah di dunia. berbuat baiklah dalam ketulusan, kesungguhan dan fokusnya ke Tuhan Yesus, Allah Bapa kita yang disorga.

Maaf jika ada salah kata, maaf jika ada kata yang menyakiti hati saudara sekalian. Semoga tulisan ini dapat membuka hati kita, untuk berbuat baik yang fokusnya ke Tuhan Yesus.
Salam Damai. Yesus Memberkati kita semua. :)

Comments

Popular posts from this blog

MASA SANGGAH,, UNTUK YANG GAGAL SELEKSI ADMINISTRASI CPNS!! BEGINI CARANYA!!

METODE PEMBELAJARAN AKTIF DAN MODERN ABAD 21

STARTEGI MENCAPAI TARGET LULUS PASSINGGRADE CPNS